🐈 Jarak Tanam Singkong Untuk Diambil Daunya

Daunbisa untuk membuat atap rumah, pembungkus makanan, bahan makanan, dll. Contoh tumbuhan yang dimanfaatkan daunya adalah daun singkong, bayam, pisang, kelapa, dll. c. Buah Buah dimanfaatkan untuk bahan makanan dan obat-obatan. Contoh tumbuhan yang dimnfaatkan daunya adalah mentimun, jambu, durian, dll. d. Biji Biji bisa untuk dijadikan bahan Jenistanah yang sesuai untuk tanaman ketela pohon / singkong adalah jenis aluvial latosol, podsolik merah kuning, mediteran, grumosol dan andosol. Derajat keasaman (pH) tanah yang sesuai untuk budidaya ketela pohon berkisar antara 4,5 - 8,0 dengan pH ideal 5,8. pada umumnya tanah di Indonesia ber pH rendah (asam), yaitu berkisar 4,0- 5,5 akandapat dikelompokkan dalam jenis tanaman sesuai dengan bentuk tulang daunya. Kata kunci - teori vektor, tulang daun tanaman , besar sudut lingkungan dan lebih mudah karena kita tidak perlu untuk merusak tanaman tersebut. daun singkong, kapas dan daun jarak. Gambar 5. Daun bertulang menjari ( Ubikayu atau singkong merupakan salah satu sumber karbohidrat yang berasal dari umbi. Ubi kayu atau ketela pohon merupakan tanaman perdu. Bagian Tanaman Ubi Kayu / Singkong Bagian tubuh tanaman singkong terdiri atas batang, daun, bunga,umbi, dan kulit umbi. Batang tanaman singkong berkayu, beruas ruas, dengan ketinggian bisa mencapai lebih Singkongini bersal dari Kalimantan Timur loh. Tingginya dapat mencapai 4-5 meter dengan umur panen sekitar 10 bulan. Tanaman singkong gajah memiliki daun muda yang berwarna ungu kemerahan. Batang mudanya pun berwarna ungu kemerah-merahan. Sedangkan rata-rata ukuran daunnya jauh lebih lebar dibandingkan dengan daun tanaman singkong biasa. Sistemtanam campuran antara tanaman semusim dengan tanaman tahunan dapat dibagi dalam 3 macam, yaitu : (a) sistem tanam campuran antara tanaman semusim dengan tanaman herba tahunan atau semi tahunan ; (b) Kebun campuran (mixed gargen), yaitu sistem penanaman di pekarangan yang sangat beragam, baik pola maupun jenis tanamannya; (c) Sistem tanam Budidayatanaman singkong dengan TOP GREEN dapat mencapai target hasil panen optimal 50 ton - 60 ton per hektar dengan populasi 10.000 pohon dan jarak tanam 1 x 1 meter. Ketikatingginya mencapai 0,5-1,0 m bibit dipindahtanamkan ke lapangan dengan jarak tanam 6-8 meter. Fase yuwananya (vegetative phase, juvenile phase) berlangsung selama 6-9 tahun. Manfaat Singkong untuk Meningkatkan Stamina Untuk meningkatkan stamina, campurkan 100 gram singkong, 5 butir angco (sejenis kurma Tiongkok), dan air Penanamandalam cara budidaya ubi jalar dilakukan dengan mebenamkan 2/3 bagian dari stek batang ke tanah. Dalam 1 bedengan, buat 2 baris tanaman dengan jarak antar tanaman dalam 1 baris adalah sekitar 30 cm dan jarak antar baris yaitu 40 cm. untuk itu 1 ha, dibutuhkan sekitar 36 ribu batang. Jenisdan jarak tanam ubi singkong Agrokompleks MMC By . Skrep Master. August 02, 2019 Add Comment Edit. untuk PEMESANAN klik aja DISINIII.. ===== Bacaan Menarik lainnya : Inidisebabkan adanya zat pati, protein yang tinggi, dan kandungan air yang tinggi pula. Beberapa jenis umbi lapis memiliki sifat agak lunak misalnya bawang putih (Allium sativum) . Penanganan dan pengelolaan untuk produk tanaman obat berupa rimpang dan umbi- umbian ini harus sesuai dengan memperhatikan sifat- sifat umum yang dimiliki. Usianpanen singkong sifatnya beragam, tergantung singkong kapan kita tanam, umumnya usia panen singkong berkisar 6 sampai 12 bulan nah dalam waktu ini anda bisa memanen singkong anda, Jika anda lakukan panen dengan waktu 1,2 sampai 3 bulan maka yang anda dapatkan masih singkong muda, belum mendapatkan yang puas sehingga jika di jual juga tidak akan begitu laku mahal. 9UCc. – Selain beras dan jagung, singkong adalah makanan pokok bagi orang Indonesia. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa banyak petani Indonesia masih menanam tanaman ini. Karena permintaan pasar untuk umbi singkong tidak pernah habis. Seperti yang sudah kita ketahui, ada banyak jenis tanaman singkong di Indonesia. Namun, untuk mencapai hasil yang baik dan maksimal diperlukan penanaman singkong yang baik dan benar. Cara Menanam Singkong Cara Menanam SingkongSyarat TumbuhPersiapan Lahan TanamPersiapanPembukaan dan Pembersihan LahanPembuatan BedenganPengapuranPersiapan BenihProses PenanamanPerawatan dan PemeliharaanPenyulamanPenyianganPembubunanPemangkasanPemupukanPengairan dan PenyiramanProses PanenShare thisRelated posts Syarat Tumbuh Untuk dapat tumbuh dengan maksimal, tanaman singkong membutuhkan curah hujan 150-200 mm dalam 1-3 bulan, 250-300 mm dalam 4-7 bulan dan 100-150 mm pada fase sebelum dan selama panen. Suhu terendah untuk pertumbuhan singkong adalah sekitar 10 ° C. Jika suhu di bawah 10 ° C, pertumbuhan singkong sedikit terhambat dan menjadi lebih kecil karena pertumbuhan bunga yang kurang sempurna. Kelembaban optimal untuk tanaman singkong adalah 60-65%. Singkong membutuhkan sekitar 10 jam sinar matahari sehari, terutama untuk kesuburan daun dan pengembangan umbi. Persiapan Lahan Tanam Tanah yang paling cocok untuk singkong adalah berteksur remah, gembur, tidak terlalu liat, tidak terlalu poros dan kaya akan bahan organik. Tanah yang bertekstur remah dengan struktur udara yang baik, nutrisi lebih mudah tersedia dan mudah diolah. Jenis tanah yang cocok untuk tanaman singkong adalah latosol aluvial, podsol merah-kuning, Mediterania, grumosol dan andosol. PH tanah yang cocok untuk budidaya singkong adalah 4,5 – 8,0 dengan pH ideal 5,8. Tanah di Indonesia umumnya memiliki pH asam rendah sekitar 4,0 hingga 5,5, oleh karena itu sering dikatakan bahwa itu cukup netral untuk kesuburan tanaman singkong. Persiapan Kertas lakmus digunakan untuk mengukur pH, untuk cairan pH jenis tanah dalam contoh atau sampel tanah yang akan ditanam untuk mengetahui ketersediaan unsur hara dan kandungan bahan tanam terkait erat dengan panen. Hal ini harus dihitung dengan menanamnya bersama-sama dengan tanaman lain sehingga beberapa variasi tanaman yang sama dapat ditanam pada saat yang itu harus disesuaikan dengan luas dan kebutuhan setiap petani pohon singkong. Isi pengaturan produksi harus diperhitungkan karena terkait erat dengan perkiraan panen dan harga pasar. Pembukaan dan Pembersihan Lahan Pembersihan tanah pada dasarnya menghilangkan semua gulma tanaman pengganggu dan akar tanaman. Tujuan pembersihan lahan adalah untuk meringankan akar tanaman yang sedang berkembang dan untuk menghilangkan tanaman inang dari hama dan penyakit yang memungkinkan keberadaannya. Pembuatan Bedengan Ketika penyelesaian lahan itu telah mencapai 70%, lakukan pembuatan bedengan. Bedengan dilakukan untuk memudahkan penanaman sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Buat bedengan untuk memudahkan perawatan singkong, seperti membersihkan tanaman liar dan kesehatan pertumbuhan tanaman. Pengapuran Untuk pengukuran pH tanah, yang pertama di tanah yang sangat asam atau gambut, pengapuran harus dilakukan. Jenis kapur yang digunakan adalah kalsit / kaptan CaCO3. Dosis yang biasa adalah 1 – 2,5 ton / hektar. Pengapuran diberikan ketika pembajakan dan pembentukan bedengan kasar bersama dengan pemberian pupuk kandang. Persiapan Benih Gunakan varietas benih berkualitas tinggi dan berpotensi tinggi yang disukai pembeli dan cocok untuk lahan singkong berasal dari tanaman induk yang berumur sekitar 10-12 harus tumbuh secara normal dan sehat serta sudah memiliki kayu dan memiliki diameter lurus kira-kira. 2,5 ada tunas baru yang tumbuh. Proses Penanaman Saat menanam, perhatikan musim dan curah hujan. Musim hujan adalah yang terbaik saat tanah mengering. Jarak dalam bentuk monokultur adalah 80 x 120 cm. Disarankan untuk merendam benih dengan pupuk hayati SOT HCS, yang telah dicampur dengan air selama 3 hingga 4 jam sebelum tanam. Selanjutnya lakukan penanaman di tanah, ini sangat bagus untuk pertumbuhan dari bibit. Cara penanamannya adalah dengan menanam ujung batang stek singkong kemudian 5-10 cm atau sekitar 1/3 dari stek yang terkubur di tanah. Ketika tanahnya keras dan lembab, stek ditanam. Perawatan dan Pemeliharaan Penyulaman Penyulaman dilakukan dengan mencabut tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal dan mengganti dengan bibit baru. Penyulaman dilakukan di pagi atau sore hari ketika cuaca tidak terlalu panas. Penyiangan Tujuannya untuk menghilangkan semua jenis tanaman liar yang hidup di sekitar tanaman singkong. Penyiangan dilakukan paling banyak dua kali dalam satu musim. Tahap penanaman harus bebas dari tanaman liar antara 5 dan 10 minggu setelah penanaman. Bila tanaman peengganggu tidak terkendali selama periode kritis tersebut, produktivitas dapat turun hingga 75% dibandingkan dengan kondisi tanpa gangguan dari tanaman liar / penganggu. Pembubunan Lakukan dengan mencangkul tanah di sekitar tanaman dan setelah itu akan dibuat seperti gundukan. Waktu pembubunan bersamaan dengan penyiangan hal ini bisa menghemat biaya. Jika tanah di daerah singkong turun oleh hujan atau sesuatu yang lain harus dilakukan penimbunan kembali. Pemangkasan Pemangkasan tunas harus dilakukan karena setidaknya setiap pohon harus memiliki 2 atau 3 cabang sehingga batang pohon dapat digunakan sebagai benih lagi di musim tanam yang akan datang. Pemupukan Pemupukan harus dilakukan dengan pupuk cair yang diproses dengan POLA HCS. Jika pupuk berasal dari hewan peliharaan yang tidak menggunakan HCS SOC, kebutuhan per hektar adalah 2 ton. Namun, jika tinja berasal dari hewan peliharaan yang menggunakan SOC HCS, kebutuhan per hektar hanya 8 kuintal. Pengairan dan Penyiraman Kondisi singkong hasil dari penanaman 4-5 bulan HST harus lembab, tetapi tidak terlalu becek. Di tanah kering, perlu dilakukan penyiraman dan pengairan. Di musim kemarau, penyiraman dilakukan dengan penyiraman langsung Namun, metode ini dapat merusak gundukan di pangkal pohon. Sistem genangan air lebih baik dengan tujuan agar air dapat menembus ke dalam tanah. Proses Panen Singkong dapat dipanen ketika pohon berumur 8 bulan dan menghasilkan umbi yang baik. Hal tersebut ditandai oleh dedaunan yang mulai menguning. Saat panen, yang terbaik adalah menyisakan sekitar 15 hingga 20 cm batang yang dipotong agar lebih mudah untuk pencabutan akarnya. Demikianlah pembahasan tentang cara menanam singkong semoga dapat bermanfaat untuk anda. Baca Juga Artikel Lainnya 11 Cara Menanam Cabe di Pot agar Berbuah Lebat16 Cara Menanam Terong agar Berbuah Lebat10 Cara Menanam Wortel agar Tumbuh Besar Selamat Datang di Web Rumah Budidaya, tempat beragam macam budidaya yang akan disajikan dalam web ini secara rinci dan detail. Dibawah ini saya akan membahas materi tentang Budidaya Tanaman Singkong, berikut penjelasannya. Singkong tentu sudah tidak asing lagi bagi para petani, singkong juga memiliki nilai harga jual yang tinggi sehingga banyak para pak tani yang lebih memilih singkong sebagai tanaman kebun mereka. Singkong juga banyak yang dapat dimanfaatkan seperti daunnya juga buahnya, singkong itu sendiri dapat dimanfaatkan sebagai keripik untuk camilan, diolah unruk diambil ragunya, bahkan sampai dimakan hanya dengan menggoreng atau mengukusnya, daunnya pun juga dimanfaatkan para ibu-ibu untuk sayur, ditumis maupun disayur santan. Syarat Tumbuh Berikut dibawah terdapat dua 2 syarat tumbuh pada tanaman singkong, antara lain sebagai berikut Kondisi Iklim Antara lain sebagai berikut Untuk dapat tumbuh maksimal, singkong memerlukan curah hujan 150- 200 mm pada umur 1-3 bulan, 250-300 mm pada umur 4 sampai 7 bulan, dan 100 sampai 150 mm pada fase menjelang dan saat panen. Suhu udara minimal bagi tumbuhnya ketela pohon atau singkong sekitar 10 derajat C. Bila suhunya dibawah 10 derajat C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat, menjadi kerdil karena pertumbuhan bunga yang kurang sempurna. Kelembaban udara optimal untuk tanaman ketela pohon atau singkong antara 60-65%. Sinar matahari yang dibutuhkan bagi tanaman ketela pohon atau singkong sekitar 10 jam/hari terutama untuk kesuburan daun dan perkembangan umbinya. Persiapan Lahan Antara lain sebagai berikut Tanah yang paling sesuai untuk ketela pohon atau singkong adalah tanah yang berstruktur remah, gembur, tidak terlalu liat dan tidak terlalu poros serta kaya bahan organik. Tanah dengan struktur remah mempunyai tata udara yang baik, unsur hara lebih mudah tersedia dan mudah diolah. Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman ketela pohon atau singkong adalah jenis aluvial latosol, podsolik merah kuning, mediteran, grumosol dan andosol. Derajat keasaman pH tanah yang sesuai untuk budidaya ketela pohon berkisar antara 4,5 sampai 8,0 dengan pH ideal 5,8. pada umumnya tanah di Indonesia ber pH rendah asam, yaitu berkisar 4,0- 5,5, sehingga seringkali dikatakan cukup netral bagi suburnya tanaman ketela pohon. Berikut dibawah ini terdapat beberapa cara budidaya tanaman singkong, antara lain sebagai berikut Pengolahan Lahan Berikut ini terdapat empat 4 pengolahan lahan tanaman singkong, antara lain sebagai berikut a. Persiapan Antara lain sebagai berikut Pengukuran PH tanah dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus, pH meter dan atau cairan pH tester. Penganalisaan jenis tanah pada contoh atau sempel tanah yang akan ditanami untuk mengetahui ketersediaan unsur hara, kandungan bahan organik. Penetapan jadwal atau waktu tanam berkaitan erat dengan saat panen. Hal ini perlu diperhitungkan dengan asumsi waktu tanam bersamaan dengan tanaman lainnya tumpang sari, sehingga sekaligus dapat memproduksi beberapa variasi tanaman sejenis. Luas areal penanaman disesuaikan dengan modal dan kebutuhan setiap petani ketela pohon. Pengaturan volume produksi penting juga diperhitungkan karena berkaitan erat dengan perkiraan harga saat panen dan pasar. b. Pembukaan dan Pembersihan Lahan Antara lain sebagai berikut Pembukaan lahan pada intinya adalah merupakan pembersihan lahan dari segala gulma Tumbuhan pengganggu dan akar tanaman sebelumnya. Tujuan pembersihan lahan untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang memungkinkan ada. c. Pembentukan Bedengan Antara lain sebagai berikut Bedengan dibuat pada saat lahan sudah 70% dari tahan penyelesaian. Bedengan atau pelarikan dilakukan untuk memudahkan penanaman sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Pembentukan bedengan untuk memudahkan pemeliharaan tanaman, seperti pembersihan tanaman liar maupun sehatnya pertumbuhan tanaman itu sendiri. d. Pengapuran Antara lain sebagai berikut Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat asam/tanah gambut, perlu dilakukan pengapuran. Jenis kapur yang digunakan adalah Kalsit atau Kaptan CaCO3. Dosis yang biasa digunakan adalah 1 sampai 2,5 ton/hektar. Pengapuran diberikan pada waktu pembajakan atau pada saat pembentukan Bedengan kasar bersamaan dengan pemberian pupuk kandang. Persiapan Bibit Antara lain sebagai berikut Gunakan varietas unggul yang mempunyai potensi hasil tinggi, disukaikonsumen, dan sesuai untuk daerah penanam. Ketela pohon berasal dari tanaman induk yang cukup tua 10-12 bulan. Ketela pohon harus dengan pertumbuhannya yang normal dan sehat serta seragam. Batang telah berkayu dan berdiameter 2,5 cm lurus. Belum tumbuh tunas-tunas baru. Teknik Penanaman Singkong Antara lain sebagai berikut Penanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada lahan tegalan atau kering, waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan atau setelah penanaman padi. Jarak tanam yang digunakan pada pola monokulturan adalah 80 x 120 cm. Sebelum bibit ditanam disarankan agar bibit direndam terlebih dahulu dengan pupuk hayati SOT HCS yang telah dicampur dengan air selama 3 sampai 4 jam. Setelah itu baru dilakukan penanaman di lahan, hal ini sangat bagus untuk pertumbuhan dari bibit. Cara penanaman dilakukan dengan meruncingkan ujung bawah stek Ketela Pohon, kemudian tanamlah sedalam 5 sampai 10 cm atau kurang lebih 1/3 bagian stek tertimbun tanah. Bila tanahnya keras atau berat dan berair atau lembab, stek ditanam saja. Perawatan Tanaman Singkong Antara lain sebagai berikut Penyulaman Lakukan penyulaman yakni dengan cara mencabut dan diganti atau disulam. Penyulaman dilakukan pada pagi atau sore hari, saat cuaca tidak terlalu panas. Penyiangan Penyiangan bertujuan untuk membuang semua jenis rumput atau tanaman liar atau tanaman pengganggu yang hidup disekitar tanaman. Dalam satu musim, minimal dilakuakan penyiangan 2 kali. Periode kritis atau periode tanaman harus bebas dari tanaman pengganggu adalah antara 5 sampai 10 minggu HST Hari Setelah Tanam. Bila tanaman peengganggu tidak terkendali selama periode kritis tersebut, produktivitas dapat turun sampai 75% jika dibandingkan dengan kondisi tanpa gangguan tanaman liar atau pengganggu. Pembubunan Lakukan dengan menggemburkan tanah disekitar tanaman dan setelahnya dibuat seperti gundukan. Waktu pembubunan bersamaan dengan penyiangan, hal ini dapat menghemat biaya. Apabila tanah disekitar pohon terkikis karena hujan atau karena yang lain, maka perlu dilakukan penimbunan ulang. Perempelan atau Pemangkasan Perempelan atau Pemangkasan tunas perlu dilakukan kerana minimal setiap pohon harus mempunyai 2 atau 3 cabang, hal ini agar batang pohon tersebut bisa digunakan sebagai bibit lagi dimusim tanam mendatang. Pemupukan Pemupukan perlu dijalankan dengan Pupuk Kandang yang sudah diolah terlebih dahulu dengan POLA HCS. Apabila pupuk kandang berasal dari ternak yang belum menggunakan SOC HCS, maka memerlukan per-hektar sebanyak 2 ton. Akan tetapi, apabila kotoran berasal dari ternak yang telah menggunakan SOC HCS, maka memerlukan per hektar hanya 8 kwintal. Pengairan dan Penyiraman Kondisi lahan Ketela Pohon dari awal tanam sampai umur 4 sampai 5 bulan HST Hari Setelah Tanam selalu daam keadaan lembab, tapi tidak terlalu becek. Pada tanah kering perlu dilakukan penyiraman dan pengairan. Pada musin kering, penyiraman dijalankan dengan cara menyiram langsung, namun cara tersebut bisa merusak gundukan tanah di pangkal pohon, yang lebih baik adalah dengan sistem genangan dengan tujuan supaya air bisa meresap ke tanah. Panen Antara lain sebagai berikut Ciri dan Umur Panen Ketela pohon dapat dipanen pada saat pertumbuhan daun bawah mulai berkurang. Warna daun mulai menguning dan banyak yang rontok. Umur panen tanaman ketela pohon telah mencapai 6-8 bulan untuk varietas Genjah dan 9-12 bulan untuk varietas dalam. Cara Panen Ketela pohon dipanen dengan cara mencabut batangnya dan umbi yang tertinggal diambil dengan cangkul atau garpu tanah. Pasca Panen Antara lain sebagai berikut Pengumpulan Hasil panen dikumpulkan di lokasi yang cukup strategis, aman dan mudah dijangkau oleh angkutan. Penyortiran dan Penggolongan Pemilihan atau penyortiran umbi ketela pohon sebenarnya dapat dilakukan pada saat pencabutan berlangsung. Akan tetapi penyortiran umbi ketela pohon dapat dilakukan setelah semua pohon dicabut dan ditampung dalam suatu tempat. Penyortiran dilakukan untuk memilih umbi yang berwarna bersih terlihat dari kulit umbi yang segar serta yang cacat terutama terlihat dari ukuran besarnya umbi serta bercak hitam atau garis-garis pada daging umbi. Daftar Pustaka Hilman, Y. A. Kasno, dan N. Saleh. 2004. Kacang-kacangan dan umbi-umbian Kontribusi terhadap ketahanan pangan dan perkembangan teknologinya. Dalam Makarim, et al. penyunting. Inovasi Pertanian Tanaman Pangan. Puslitbangtan Bogor; 95-132 Sekian Materi Pada Hari Ini Mengenai Budidaya Perkebunan dan Pertanian Dengan Materi Perhatikan! Cara Budidaya Tanaman Singkong Terbaik Semoga Apa yang Disampaikan Bermanfaat Buat Para Perkebunan. Terima Kasih …!!! Baca Artikel Lainnya √Cara Merawat Bibit Lele Sangkuriang √Cara Sukses Budidaya Anggrek √Budidaya Buah Naga PDF √Teknik Budidaya Teh Berikut pedoman jarak tanam singkong berdasarkan bibit Bagaimana dengan Jarak tanam model tumpang sari? Pada dasarnya teknik ini adalah menggabungkan tiga macam budi daya, yakni; 1 budi daya monokultur tanaman kacang tanah pada musim pertama awal musim hujan, 2 tumpang-sisip dengan penanaman ubi kayu yang diatur secara baris ganda double-row umur kacang tanah 20 hari, dan 3 budi daya lorong tanaman kacang-kacangan di antara ubi kayu pada musim kedua menjelang akhir musim hujan. Walaupun populasi ubi kayu sedikit lebih rendah dibanding populasi monokultur sekitar 90%, namun pada penanaman tumpangsari, hasil ubi kayu per pohon lebih tinggi sehingga hasil total lebih tinggi daripada monokultur. Penanaman Kacang tanah pada awal Musim Hujan-1 Kacang tanah ditanam dengan populasi 100% sebagaimana budi daya monokultur biasa. Penanaman Ubi Kayu Double-row Stek ubi kayu ditanam setelah tanaman kacang tanah berumur 20 hari Ubi kayu ditanam secara baris ganda dengan jarak tanam 60×70 x 260 cm. Jarak tanam 60 x 70 cm adalah jarak tanam ubi kayu dalam baris ganda, sedangkan 260 cm adalah jarak antar baris ganda ubi kayu lihat gambar. Dengan pola tersebut, populasi ubi kayu sekitar 90% dari cara tanam monokultur populasi monokultur tanaman/ha. Pemupukan dan Pemeliharaan Pemupukan dan pemeliharaan tanaman kacang-kacangan/ sama dengan pola monokultur Selama masih ada pertanaman kacang-kacangan, pemeliharaan ubi kayu tidak dilakukan, kecuali “wiwil” pembatasan tunas yang dilakukan pada umur 1 bulan lihat budi daya ubi kayu monokultur. Pemeliharaan dan pemupukan ubi kayu dilakukan setelah kacang-kacangan pertama dipanen. Acuan dosis pemupukan dan pemeliharaan penyiangan, pembumbunan, dst. seperti pada budidaya monokultur. Penanaman Kacang-kacangan Kedua akhir musim hujan/MH-2 Setelah kacang-kacangan dipanen, maka tersedia ruang di antara baris ganda ubi kayu selebar 260 cm. Di antara lorong tersebut dapat ditanam kacang-kacangan sebanyak 5 lima baris dengan jarak tanam 40 x 15 cm atau 35 x 20 cm. Dengan jarak tanam ini populasi sekitar 70% dari monokultur. Pemupukan, Pemeliharaan, dan Panen lihat teknik budi daya monokultur masing-masing komoditas

jarak tanam singkong untuk diambil daunya